fbpx

Sene Baso, Mudoh Kiro. Panda Kecek, Bui Sajo

Akad Nikah: Hukum, Rukun, Syarat dan Contoh Lafaznya

Akad nikah adalah salah satu perkara yang paling penting dalam perkahwinan Islam, kerana ia menentukan kesahihan hubungan suami isteri. Akad nikah adalah proses yang melibatkan lafaz ijab dan qabul, yang merupakan rukun nikah yang kelima. Lafaz ijab adalah perkataan yang diucapkan oleh wali pengantin perempuan kepada pengantin lelaki, seperti “aku menikahkan kamu dengan anakku…”. Lafaz qabul adalah perkataan yang diucapkan oleh pengantin lelaki sebagai jawapan, seperti “aku terima nikahnya…”.

Hukum Akad Nikah

Hukum akad nikah adalah wajib bagi setiap pasangan yang ingin mendirikan rumah tangga secara syar’i. Akad nikah adalah syarat utama untuk menjadikan hubungan antara lelaki dan perempuan halal dan sah di sisi Allah dan manusia. Akad nikah juga merupakan cara untuk melindungi kehormatan, keturunan, dan harta benda kedua belah pihak. Barangsiapa yang sengaja meninggalkan akad nikah tanpa uzur yang syar’i, maka ia berdosa dan berbuat zina.

Rukun Akad Nikah

Rukun akad nikah adalah perkara-perkara yang harus ada dan dipenuhi agar akad nikah sah dan sempurna. Rukun akad nikah adalah lima, yaitu:

  1. Pengantin lelaki dan perempuan. Mereka haruslah orang yang halal dinikahi, bukan mahram atau muhrim bagi keduanya. Mereka juga haruslah berakal, baligh, dan tidak terpaksa.
  2. Wali nikah. Wali nikah adalah orang yang berhak menikahkan pengantin perempuan, seperti ayah, kakek, saudara laki-laki, atau wali hakim. Wali nikah haruslah muslim, baligh, berakal, adil, dan bebas dari halangan syar’i.
  3. Saksi nikah. Saksi nikah adalah dua orang lelaki yang adil, yang menyaksikan dan mendengar lafaz ijab dan qabul secara langsung. Saksi nikah haruslah muslim, baligh, berakal, dan tidak buta huruf.
  4. Mahar. Mahar adalah harta yang diberikan oleh pengantin lelaki kepada pengantin perempuan sebagai tanda penghormatan dan tanggung jawab. Mahar haruslah ditentukan jenis dan jumlahnya, dan diserahkan segera atau ditangguhkan sesuai kesepakatan.
  5. Lafaz ijab dan qabul. Lafaz ijab dan qabul adalah perkataan yang menunjukkan kehendak dan persetujuan kedua belah pihak untuk menikah. Lafaz ijab dan qabul haruslah menggunakan bahasa yang jelas dan tepat, tidak mengandung syarat yang batal, dan tidak bertentangan dengan syariat.

Syarat Akad Nikah

Syarat akad nikah adalah perkara-perkara yang harus dipenuhi agar akad nikah sah dan tidak batal. Syarat akad nikah adalah:

  • Kedua belah pihak haruslah ridha dan tidak terpaksa. Jika ada paksaan, maka akad nikah batal.
  • Wali nikah haruslah wali nasab atau wali hakim. Jika wali nasab tidak ada atau tidak mau, maka wali hakim dapat menggantikannya. Jika wali nikah bukan wali yang sebenarnya, maka akad nikah batal.
  • Saksi nikah haruslah hadir secara fisik dan mendengar lafaz ijab dan qabul secara langsung. Jika saksi nikah tidak hadir atau tidak mendengar, maka akad nikah batal.
  • Mahar haruslah ditentukan jenis dan jumlahnya, dan tidak boleh kurang dari seperempat dinar (4,25 gram emas). Jika mahar tidak ditentukan atau kurang dari seperempat dinar, maka akad nikah batal.
  • Lafaz ijab dan qabul haruslah sesuai dengan kaidah bahasa dan syariat. Jika lafaz ijab dan qabul tidak jelas, tidak tepat, mengandung syarat yang batal, atau bertentangan dengan syariat, maka akad nikah batal.

Contoh Lafaz Akad Nikah

Berikut adalah contoh lafaz akad nikah yang sah dan betul:

  • Wali nikah berkata: “Aku nikahkan kamu dengan anakku (nama pengantin perempuan) dengan mahar (jenis dan jumlah mahar) tunai.”
  • Pengantin lelaki menjawab: “Aku terima nikahnya (nama pengantin perempuan) dengan mahar (jenis dan jumlah mahar) tunai.”
  • Saksi nikah mengatakan: “Sah.”

Contoh lain lafaz akad nikah yang sah dan betul:

  • Wali nikah berkata: “Aku kawinkan kamu dengan anakku (nama pengantin perempuan) dengan mas kawin (jenis dan jumlah mas kawin) tangguh.”
  • Pengantin lelaki menjawab: “Aku rela menikahinya (nama pengantin perempuan) dengan mas kawin (jenis dan jumlah mas kawin) tangguh.”
  • Saksi nikah mengatakan: “Sah.”

Demikianlah artikel blog tentang akad nikah: hukum, rukun, syarat dan contoh lafaznya. Semoga bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mempersiapkan pernikahan yang sah dan berkah. Wassalam. 😊

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

On Key

Related Posts